Wow!, Bari berkali-kali menjerit kagum di dalam hati. Bokep terbaru Surti menelentang dan membuka kedua pahanya lebar-lebar. ooh, kewanitaan Surti seperti sebuah ladang kering yang tersiram hujan yang dinanti-nanti sejak lama!Siang itu, Bari makan sangat lahap. Tiga kali, terdengar langkah menuju pintu. Segar sekali mengguyur badan yang penat dengan air dingin. Dalam sinar yang temaram, Surti tampak bagai sebuah manequin di etalase toko. Bari bertumpu pada sikunya, berusaha menjaga agar kejantanannya tidak seluruhnya masuk. Lalu ia membuka mata kembali, memandang suaminya yang masih duduk dengan wajah terpesona. Ia tersenyum manis. Ingin sekali! Gila! Rasanya seperti bermain-main di suatu masa lampau, mungkin ketika ia masih kecil dulu, dalam buaian Ibu yang memberinya susu penuh gizi. Wow.., liang yang dimasuki itu masih agak sempit dan berdenyut-denyut.“Uuuh..” Surti mendesah sambil menggeliat, “Di situ aja dulu, Yang..”.Bari tertawa kecil sambil bergumam, “Kamu banyak maunya!”.Surti ikut tertawa, dan memprotes manja, “Jangan becanda, dong.




















