Lalu aku pun mulai tenggelam dalam kesibukan pekerjaanku.Tidak lama pun waktu sudah menunjukkan pukul 17.00, sudah waktunya nih, pikirku. Ayu pun lalu membalasnya sambil memelukku erat-erat.Tanganku tidak tinggal diam berusaha untuk meraba-raba buah dadanya, ternyata agak besar juga, walaupun tidak sebesar punyanya bintang film porno. Bokep HD Walaupun dalam keadaan lemas, tidak kucabut batang kemaluanku dari liangnya, melainkan menaikkan lagi kedua pahanya hingga dengan jelas aku dapat melihat bagaimana rudalku masuk ke dalam sarangnya yang dikelilingi oleh bulu kemaluannya yang menggoda. Begitu sampai di lantai tersebut, aku pun langsung melihatnya sedang membuka pintu ruanganya.Langsung saja kutepuk pundaknya, “Hai, baru sampe yah, Yu..”Ayu tersentak kaget, “Wah aq kira siapa, pake tepuk segala.”“Kamu khan kasih surprise buat aku, jadi aku juga mesti kasih surprise juga buat kamu.”Lalu ia mencubit lenganku, “Nakal kamu yah, awas nanti!”Kujawab saja, “Siapa takut, emang aku pikirin!”“Ayo masuk Ton, santai aja, anggap aja rumah sendiri.” katanya




















