Mungkin dipelihara, pikirku dalam hati. Sambil tetap digenggamnya batang kejantananku yang sudah lemas, Cindy beranjak ke atas melumat bibirku, masih terasa air maniku. Bokep Montok Cindy hanya tersenyum,“ Kalau kamu udah nggak pengen keluar, keluarin aja, nggak usah ditahan-tahan, ” jawabnya. Tidak lama setelah itu pada akhirnya temanku-pun datang juga,“ Woy… ” suara temanku semabri menepuk pundakku dari belakang.“ Lama banget sih loe, kemana aja loe ?, ” tanyaku.“ Sory bray, tadi di jalan macet, yaudah gue pangkas rambut dulu yah bray… ” jawabnya sambil berlalu.Temanku-pun berlalu begitu saja. Aku sudah berusaha semaksimal untuk menahan orgasme.Saat itu aku mengalihkan perhatianku dari buah dada-nya. Tak kusadari lagi sekelilingku oleh gelombang kenikmatan yang mendera seluruh urat syaraf di tubuhku yang semakin tinggi. Lalu dia-pun semakin turun ke bawah.




















