Ia sedikit menjauh dan menatap Luzia yang kini berdiri tegak, pria itu menatap dengan puas tubuh menggiurkan milik gadis keluarga Snake. Bokeb Rysh memasukan lidahnya, dan Luzia menyambut permainan pria itu dengan senang hati. Gadis itu menangis, “Rysh, kau kejam!” ujar Luzia di sela tangisnya.Pintu kamar terbuka, seorang pria masuk dengan langkah teratur sambil bersedekap dan menyeringai. Aku ingin pergi, ini sangat menyiksa!”“Berbicaralah dengan lembut,” ujar Rysh. Kali ini ia benar-benar mengabaikan harga dirinya, ia merasa penderitaannya sedikit ringan saat Rysh menyentuhnya. Tangannya tak bisa bergerak, namun ia merasa menang saat Rysh mulai menyentuh bagian dadanya.Kecupan bibir kembali berhenti, Rysh segera menjilat bagian dagu Luzia, “Zizi, apa kau sangat mencintaiku?” suara Rysh terdengar begitu berat.“Ya, ah Rysh,” ujar Luzia pelan, ia mendesis pelan apalagi saat Rysh menjilat bagian pipinya, pria itu juga mulai mengembuskan napas pelan di bagian telinganya.“Benarkah, kenapa kau tidak mencintai Arth lagi?”Luzia menggeleng, ia




















