Di sana aku hidup sebagai anak kost. Bokep Jilbab/Hijab Satu jam lebih aku tunggu Tia di Teras bungalow, tp belum nongol-nomgol juga. Kalaupun tidak bertemu, kami tetap berkominikasi lewat telepon. Di sana aku hidup sebagai anak kost. Sampai pada hari yang dinanti-nanti,sekali lagi Tia mendominasi ku. Kami mulai gelisah hingga hanya menggesek-gesekkan kaki kami satu sama lain.Nafas Tia mulai turun naik tidak terkendali. “Thanks ya, Vi”. Aku geser posisi dudukku mendekati Evi. Mengapa bukan Hendra atau Rudi yang mereka perebutkan?Untuk menebus kesalahan, akhirnya aku mengabulkan permintaan Evi untuk mengantarnya ber window shopping ke Cirebon Mall. Begitulah setiap hari kami lalui berdua, tanpa komitmen apapun dan tidak lebih dari hanya sekedar pegangan tangan, cium kening, saling ngegombal satu sama lain. Evi? Setelah keringat kami mengering, Evi pun menggandeng tanganku menuju Kamar mandi. Aku hanya tersenyum dalam hati. Apa sih menariknya aku hingga ada 2 gadis cantik yang memperebutkan aku.




















