Setelah beberapa saat berciuman, akhirnya Tukul melepaskan Tamara yang megap-megap mengambil nafas. Aduuuh! Bokeb Jangan harap! Aku memang telah menceraikanmu, tapi aku yakin kelak kau akan mendapat yang lebih baik lagi Rafly tak bergeming, dengan dingin dia menyingkirkan kemeja Tamara ke arah penonton yang langsung berebut dan menunjuk-nunjuk ke arah roknya. Tamara ini gimana sih? Puas kamu dirobek-robek memeknya? Sialan! Cium!) Tamara menyodorkan pipinya pada Tukul untuk cipika-cipiki. Mampus! Sebagai tamu tidak pantas rasanya dia menolak host yang namanya kian kondang di Indonesia ini, lagipula apa salahnya sekedar cium pipi? Kata Rafly. Kamu sendiri yang akan melakukannya. Aduuuh! Kamu pengen ketemu Rasya? Cium!) Tukul berbisik pada Tamara, Bagaimana Tamara? Dia berubah menjadi seorang wanita haus seks yang seakan tidak mau lagi peduli pada apapun, dia hanya menginginkan seks, seks dan seks.




















