Aku kembali bingung, apa yang harus aku lakukan, dengan perasaan penuh dengan keterpakaaan aku pun turun ke lantai bawah.Kost kami sedikit bebas dikarenakan pemiliknya jarang ke sini. Bokep Twitter Semoga Chandra bisa segera berejakulasi sehingga aku tidak perlu menyepongnya.Sekitar lima belas menit, Chandra belum juga berejakulasi. Chandra senyum-senyum sambil memainkan alisnya naik turun sehingga kacamatanya ikut bergerak.“Tapi mas…”, aku coba menjelaskan. Dengan langkah yang sedikit berat karena aku ketakutan, aku memaksakan diri mencari kamar nomer empat belas tersebut.‘Tok tok tok’, aku mengetuk pintu kamar kost nomor empat belas itu, lalu segera saja dibuka, dan tampak seorang pria berdiri di dalam mempersilahkanku masuk. Aku membiarkan tubuhku bergerak mengiringi gerakan genjotan Candra.“Tubuhmu nyaman sekali say…”, puji Candra sambil mendesah di telingaku. Hatiku benar-benar hancur, kini ada seorang pria lagi yang sudah melihat tubuhku ini. Dengan tergesa-gesa aku pun meninggalkan kamar itu, kamar laknat, aku takut penghuni kost mengetahui kejadian ini,













