Setiap hentakan yang mengirimkan penisku ke ujung vaginanya, meningkatkan volume suara Gisell yang sedang dirundung nafsu.“Arghhh, arghhhh ssssshhhhhhhh…..” Rintih Gisell. Bokep Family Sudah dipinjamkan handphone saja sudah lumayan kok.”
“Gapapa kok, mbak. Tangannya mencengkram perutku, kepalanya mengadah ke atas dengan mulut tersingkap lebar seakan udara tak dapat mengisi otaknya yang ketika ini sedang dikejar nafsu birahi.“Arrrgghhhh, enak banget sih kontol kamu, Shan. Dengan kedua jari, ku buka bibir vaginanya dan ku sapu lembut dengan lidahku. “Gisella, mas. Dengan perlahan ku tarik kondom supaya tidak terdapat cairan kenikmatanku yang tumpah.“Kamu gila…” Bisik Gisell. Terasa hangat, licin dan powerful menghisap penisku. Hari telah terang sebab matahari yang terjaga dari istirahat lelapnya. Aku tidak tahu, dan tidak hendak memikirkannya, ketika ini aku melulu ingin menciptakan Gisell lemas tak berdaya sebab nikmat yang aku berikan.Aku menyerahkan sedikit waktu guna Gisell mengoleksi nafas dan tenaganya sesudah orgasmenya yang ketiga tersebut.




















