Dengan nakal dia memperlihatkan bulu elang itu pada Merry, sambil digerak gerakkan. Dan Merry nampak langsung terkulai dengan lemasnya.“Ayoooo…keluar sekarang”, teriakan komandan yang sudah memanggul karung yang jelas berisi uang dari brankas.“terima kasih yha….”, bilang komandan pada aku Dan komandan nampak menghampiri merry, dengan sekali sentak saja dengan pisau, diputusnya kedua ikatan di tangan Merry. Bokep Colmek Sambil menahan tangis,Merry gak bisa menahan ketawanya juga.“Jangaaannnnn…..hoohh….hoohh…hehehehehe……eemmhhhh… ..hehehehe…..Geliiiiii…..iiihhhhh……hehehehehe……”,c uma itu yang terdengar dari mulut Merry.Wok dengan terampilnya tetap memainkan jari jarinya itu, seakan menari nari di lembah ketiak istriku yang harum itu, terkadang tangannya berpindah ke samping payudara Merry, bergerak ke bawah lagi,jarinya tetap menari di pinggang Merry, membuatnya berkelojotan bak cacing kepanasan, kegelian tak tertahankan, tetapi juga tidak berdaya apa apa karena pinggulnya yang juga seperti didekap dan dipeluk oleh kedua kaki Wok.“Katanya mo nangis…ayoo nangis terus….kitik kitik kitik kitik kitik …..




















