“Ray..” Chie mendesah lirih saat bibirnya menyentuh bibirku.Kukecup bibirnya dengan lembut. “Ray…”
Chie mengerang lirih saat batang kemaluanku menusuk liang kemaluannya. Bokep Crot “Sentuh aku, Ray!” desahnya di dadaku. Kurangkul dia dan kubiarkan air mataku membasahi bahunya.PenutupJay menyukai Chie. Jay terlihat diam, matanya masih terpejam. Mengembangkan otakku untuk memperawani mereka. Wajahnya terlihat berseri-seri, membuatku sedikit mendongkol karena masuk dalam jebakannya. Dan perbincangan dengan Chie sebelumnya akan makna keperawanan membuatku semakin hanyut dalam percintaan itu. Membuatku salah tingkah dengan kegelianku sendiri. Aku mengasihi mereka.Malam itu, saat Chie mengakui bahwa ialah yang meminta Jay memperawaninya, Chie rupanya sudah berputus asa merayuku, dan akhirnya mencoba membangkitkan emosiku. Sementara kurasakan cubitan jari-jari mungil itu di pipiku.Malang, pukul 01:15 WIBAku menikmati udara malam pegunungan ini, seakan-akan aku sendirilah yang memegang peranan hantu dalam kegelapan ini. Karena seperti kata pepatah kuno, hanya setan yang mengerti setan. “Untukmu?” senyumku sambil menatapnya.




















