Tubuhku yang masih lemah lunglai dengan kedua tangan dan kakiku yang masih terikat itu diletakkan di atas lantai keramik berwarna krem muda yang dingin tepat di bawah pancuran shower yang tergantung di dinding. Vidio Porno sudah.. “Bagaimana Bu Winie..?”
“Bagaimana apanya? “Tapi malam ini Bu Winie harus mau melayani saya,” katanya sambil terus mendengus-denguskan hidungnya di seputar telingaku hingga tubuhku merinding dan geli. ampun Aar.. “Hhh mm uuhh,” desah nafasnya memenuhi telingaku. Kurasakan telapak tangannya menggosok-gosok bibir vaginaku naik turun dan kemudian membelah bibir vaginaku dengan jemari tangannya yang lincah dan cekatan dan kembali menggosok-gosokkannya hingga sabun cair itu menjadi semakin berbusa. sudah.. Sampai suatu hari kesepianku berubah total karena supirku. ouh.. jangan.. “Tapi saya majikan kamu Ris..” kataku mencoba mengingatkan.




















