Karena malu kututupi kontolku dengan kedua tanganku.“Sial..!” makiku dalam hati, aku benar benar dilecehkan oleh Ibu Maya saat itu.“Lepas tanganmu Ibu mau lihat seberapa besar kontolmu,” bentak Ibu Maya.“Mm.. Kucumbu kembali Ibu Maya kujilati teteknya, kumasukan lagi dua jariku kedalam memek nya yang sudah sangat basah.“Ampun.. Bokep Arab Ayo lanjutkan ceritamu,” bentaknya lagi.“Baik Bu,” aku pun melanjutkan ceritaku kembali, namun aku sudah tidak konsentrasi lagi dengan ceritaku, apalagi saat Ibu Maya menghampiri dan membuka kakiku kemudian mengelus elus dan mengocok-ngocok kontolku, aku sudah tidak fokus lagi pada ceritaku.“Ahh..,” jeritku tertahan saat mulut Ibu Maya mulai mengulum kontolku.“Ahh.. Aku hanya diam dan menundukan kepalaku, aku pasrah.“Ya sudah, tenang saja rahasia kamu aman di tangan Ibu.”“Terima kasih Bu,” jawabku lirih sambil menundukkan mukaku“Nanti sore setelah jam kerja kamu temenin Ibu ke rumah, ada yang hendak Ibu bicarakan dengan kamu, OK?”“Tentang apa Bu?” tanyaku.“Ibu mau mendengar semua cerita tentang hubunganmu dengan




















