Di kampus, sebenarnya ada seorang perempuan yg perhatiannya padaku begitu besar sekali. Bokep Indo Live menjambak rambutku, dan membenamkan Wajahku ke dadanya. Tak banyak yg kami obrolkan, karena Tante Amanda sudah kembali lagi dan memberikan Bobby padaku sembari terus-menerus memuji. Namun nggak mau dirayakan. Saat itu pandangan mataku jadi nanar dan berkunang-kunang. Bahkan aku tetap tak peduli meskipun Lidya menggeser duduknya hingga hampir merapat dgnku. Lalu dia menuntun dan membawanya ke pembaringan. Aku merasakan betapa halusnya kulit paha perempuan ini. Memang aku seperti anak kecil, menurut saja dibawa ke dalam kamar perempuan ini. Namun Lidya malah membalasnya dgn sinar mata yg saat itu sangat sulit ku artikan.“Kenapa kau menciumku..?” tanyaku polos. Namun dia tak sendiri. Dan kebetulan sekali aku kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta yg cukup keren.




















