Berarti pintu telah dikunci oleh Pak Warto dan Diman, satpam mereka. Mereka segera menyalakan lampu listrik yang remang-remang. Bokep Jilbab/Hijab Kepalanya dipegangi dengan sangat erat. Stockingnya telah penuh noda-noda sperma kering. kami minta kenang-kenangan saja Mbak”, tiba-tiba Diman yang lebih muda menjawab sambil menatapnya tajam.“I.., iya.., besok aku belikan kenang-kenangan..”, Rida menjawab.Tiba-tiba ia merasa gugup dan cemas. Warto mendesak dari belakang, Diman menyodok dari depan. Ada hadiah nih!”, aroma alkohol kental keluar dari mulut mereka.Rida berusaha meronta ketika mereka mulai menggerayangi tubuh sintal telanjangnya. Kenang-kenangan untuk seumur hidup!”.Warto menyeringai melihat Diman merobek kaos dalam katun Rida yang berwarna putih berenda. Kemudian mereka membawanya ke belakang kantornya. Menunjukkan celananya telah terlepas jatuh. Jangan Pak! Cairan berwarna putih dan merah kekuningan mengalir dari lubang pantat dan vaginanya yang telah memerah akibat dipaksa menerima begitu banyak batang penis.




















