Darahku naik ke ubun-ubun. Darahku serasa naik antara rasa sakit dan nikmat. Vidio XNXX Ha…ha..? Namaku adalah Leo?, kata pemuda yang mengikatku. Ia nampak misuh-misuh dan ingin memukulku tapi Syam mencegahnya. Darahku naik ke ubun-ubun. Tangan kanannya mencengkeram leherku mencegahku menghindar dari pagutannya. Udara dingin Puncak yang sejak tadi siang diguyur gerimis membuatku enggan bangun dari bathub. Rupaya mereka telah menyuntikkan semacam obat perangsang ke dalam tubuhku. ?Ayo Leo, bidadari kita ini sudah tak sabar rupanya? Tangan kanannya mencengkeram leherku mencegahku menghindar dari pagutannya. Rahangku terasa sangat ngilu. Darahku naik ke ubun-ubun. Gelora birahiku melonjak-lonjak. Nampak dada bidangnya yang ditumbuhi bulu-bulu halus.?Sabarlah sayang, akan terasa indah bila kau mau menikmatinya?, kata Syam. Jemari tangan itu mengitari bokongku. Aku tersentak kaget karena seharusnya tak ada orang lain di villa ini. Siapa namamu??, bentak Syam mencengkeram rahangku hingga terasa sakit.?Sabar Syam, tanya baik-baik.




















