Today in the Fake Taxi, I picked up a cute guy who asked for a lift into the city centre. Bokep Live During the journey, he told me he had travelled all the way to Prague from Colombia. I was beginning to feel horny, so I offered the dark-haired stud a deal: If he jerked himself off and got hard, he would get a free ride, and I would also treat him to a blowjob! He was up for the challenge, and it wasn’t long before I was helping myself to his long, thick cock in the back of the cab. Afterwards, he spread my stocking-clad legs and fingered my wet pussy, and then I took a hard missionary-style pounding until I straddled him in cowgirl. My big titties jiggled around as I bounced on his rock-hard cock. The tattooed hunk spanked my curvy ass, and then I got on all fours and invited him to bang me in doggy position before leaving me with a sticky facial!
Katanya om akan datang sore sekitar magrib. “Om penisnya besar dan keras sekali” kataku sambil mengarahkan kepala penisnya ke nonokku. “Ini baru ronde pertama Din, mau lagi kan ronde kedua”, katanya. Pentilku semakin mengeras, dan bukit toketku semakin terasa kenyal di telapak tangannya. Namun pada saat itu juga tiba-tiba dinding nonok ku mencekik kuat sekali. Dia kembali menindih tubuh telanjangku dengan mempertahankan agar penisnya yang tertanam di dalam nonokku tidak tercabut.“Om… luar biasa… rasanya seperti ke langit ke tujuh,” kataku dengan mimik wajah penuh kepuasan.penisnya masih tegang di dalam nonokku. Adikmu mana?”
“Adik ikut om, pulangnya besok sore kali”. pentil toket kananku dilahap ke dalam mulutnya. Bibirnya kini berpindah menciumi dagu dan leherku, sementara tangannya membimbing penisnya untuk mencari nonokku.Diputar-putarkan dulu kepala penisnya di kelebatan jembut disekitar bibir nonokku.





















