“Hh.. Bokep STW Bu,” kata gua dengan polos.. Apalagi kamu. Bu,” kata gua dengan polos.. Hmh, kecuali si cewe ‘cilik’ itu. Emang sih cuman joke doang.. Lumayan besar juga ya.. Kontan gua berasa selesai lari marathon, bolak balik Sabang-Merauke-Sabang.. Koq wajah kamu seperti sehabis melihat hantu?”, kata Ibu Mia. Bukan pemalu Bu, balas gua dalam hati, itu karena matanya baru terbuka pada ‘realitas hidup’. Cewe itu menatap gua sejenak, lalu sekejap melirik ke penis gua yang memang lagi ngeceng banget. Untung ada wastafel kecil di pojok ruangan. Ibu Mia tertawa kecil lalu beliau mulai rebahan di atas sofa.. Langsung deh si ‘Teh Botol’ judes berbalik dan melangkah cepat ke sumber suara. Dan dengan mata membelalak sampai tinggal putihnya saja, Pinggulnya dihentakkan sekeras mungkin, seolah-seolah beliau sedang mengeluarkan sesuatu yang amat dahsyat dari liang cintanya. Dengan cepat gua menutup dan mengunci pintu, lalu segera melangkah kembali ke arah Ibu




















