Aku langsung ingin mengutuk diri. Itu karena anak perempuan dalam mobil sedan itu terlihat ingin muntah, jadi dia membutuhkan kantong plastik hitam demi memuntahkan semua isi perutnya. Bokep Indo Live “Beli ini, Pak, beli ini, Bu,” kata anak laki-laki itu. Astaga. Aku selalu senang memperhatikan mesin-mesin yang berjalan angkuh itu. Malam itu tidak hujan tapi bau aspal basah karena hujan tadi sore masih menguar. Tapi tidak semua orang di jalan raya itu lucu. Aku serius soal ini. Perempuan yang mengenakan jas hujan itu masuk, meninggalkan lelaki yang tadi. “Terima kasih banyak, Pak. Aku sudah terbiasa seperti ini. Tapi tidak semua orang di jalan raya itu lucu. Beberapa di antara mereka malah lebih menakutkan daripada hantu-hantu yang bergentayangan di rumah-rumah tua. Dia terpelanting. Kisah-kisah miris semacam itu sudah jadi makanan sehari-hari.




















