Masih belum juga aku ejakulasi. Bokep Wajahnya sudah pucat pasi membayangkan apa yang akan kuperbuat. Ia menjerit-jerit dan mencakar tangan dan dadaku. Sudah kuselidiki dulu kalau ia tinggal sendirian di rumah besar itu tanpa pembantu dan orangtua. tetapi yang membuatku bangga, walaupun ia kuperkosa, tetapi ia selalu orgasme berkali-kali setiap kupakai tubuhnya. Ia lari ke ujung kamar, tetapi aku segera memburunya dan menarik BH-nya hingga kini payudaranya terlihat jelas. Aku semakin bernafsu, kutarik celananya dengan paksa sambil kuremas susunya lebih kuat lagi.Tanpa kesulitan aku berhasil merobek celana dalamnya, ia kalah tenaga denganku yang berbadan besar ini. Fang Fang menjerit kesakitan dan darah langsung mengalir di susunya. Justru rasa sakit membuatku makin bernafsu, dengan kasar kugoncang dia naik-turun seperti naik kuda-kudaan. Dengan terpaksa akhirnya Fang Fang melayaniku tiap hari sampai aku bosan dan mencari mangsa lain. Fang Fang hanya bisa menangis sesenggukan tanpa melawan lagi, sudah pasrah rupanya.15




















