Aryo memegang kedua pipiku, dan wajah kami sangat dekat saling berhadapan. Film Porno “Begini nih Den, nanti malem Tante harus berangkat ke Palembang.”
“Ada acara apaan nih Tante?”
“Sepupu Tante menikah.”
“Ooo gitu, trus apa hubungannya dengan saya, Tante? “Eh Den, kamu sama sapa nih?” kata Reza sambil senyum-senyum kepada Aryo. “Makasih Den.”Akhirnya Tante Ida dan Suaminya naik kereta api ke Jakarta malam itu. “Enak aja minjem, ini tuh barang dagangan.”
“Ayolah Jay..”, rayuku.Akhirnya rayuan gombalku membuahkan hasil. “Udah, sekalian aja ini mumpung sedang jalan nih”, kata Aryo. “Eh, Mas Den, tadi temen Mas nelpon, namanya Reza.”
“Oh ya? Aku menyentuh kemaluannya yang mengeras. “Eh DJ, aku mo dipinjemin yang mana nih?” tanyaku. Aku menyentuh kemaluannya yang mengeras. Kami berciuman nikmat sekali, kemudian ia mencium leher dan dadaku, sambil mengelus ketiak dan punggungku. “Nggak pa-pa sih, Aryo kira Mama ngomong yang aneh-aneh tentang Aryo ke Mas Deni”, kata Aryo.Kupandangi bocah kelas 2 SMU




















