Sleep..! Mulut Affly menciumi bibirku yang mungil dan tipis, lumatannya membuatku sangat bergairah sekali.Sambil melumat bibirku, jari tangan Affly melepaskan kancing bajuku satu persatu sampai terlepas semua dan langsung ditanggalkannya hem yang kukenakan sampai bagian atas tubuhku terbuka polos tanpa sehelai benang pun. Bokeb Uuhh! Aacch!” pekikku nyaring sambil menggeliat tak karuan.Rupanya saya telah mencapai orgasme sampai lendirku menyembur memenuhi bagian dalam liang senggamaku. Entah telah berapa banyak cairan kenikmatanku keluar membanjir sampai sekitar selangkanganku. Pelan dong!” jerikku menahan sakit yang bercampur nikmat.Affly memberiku waktu untuk menarik napas sejenak, kemudian kembali dia mendorongkan batang kemaluannya agar masuk sedikit lebih dalam lagi.“Aa.. Jilatannya mengarah turun ke bawah menyapu setiap jengkal kulit tubuhku.Perut sampai lubang pusarku disapu dgn lidahnya. Yang berenda berbentuk hati kecil ada renda di pinggirannya, sedang yang model bertali, bentuk penutup bagian depannya berbentuk segitiga kecil, tipis dari bahan sutera.Sebagai atasannya saya lebih sering memakai hem




















