Setiap aku meremas pantatnya, Rara makin menekan memeknya ke pahaku.Aku mencoba untuk memegang memeknya dari belakang. Yang lebih aneh kenapa minta jemput sama aku ? Bokep viral Payudaranya mancung kedepan dengan pentil yang besar !Aku sangat menikmati meremas-remas payudara Rara, terkadang aku memainkan pentilnya. Aku tersenyum kecil, sialan nih cewek, di baikin malah manfaatin. jawab Rara. Hmmm… ternyata Rara benar-benar terangsang, memeknya sudah sangat basah.Sekarang aku memegang memeknya dari depan. Setelah tangis reda, pelukan kami lepaskan, aku dan rara rebahan saling bersisian kembali.“Mungkin emang dia bukan jodoh kamu Ra.” kataku ke Rara. Saat dicabut penisku diselimuti darah perawan Rara. Tapi aku sedikit ragu.“Yan, setubuhin aku dong, aku dah gak tahan nih” kata Rara sambil memandangku penuh harap.




















