Jajang mengenyot-enyot payudara kiri Dinda sementara Sardi menciumi tengkuk leher Dinda. Senjata mereka berdua juga sudah sangat siap. Bokep Jepang Dinda berjalan menuju temannya itu. mantep banget sedotannya ooouuhhh !!!”, ejek Sardi. “jangaan, Pak..tolong..”, Dinda menutupi daerah pribadinya, tapi seakan dia tak bisa bergerak, padahal harusnya dia leluasa bergerak. Kedua pria tua mesum itu ternyata memiliki stamina seperti kuda liar. Jajang dan Sardi tentu menikmati kuluman anak majikannya itu. “gimana, non ? pook !!!”, suara tumbukan antara selangkangan Sardi dengan kedua bongkahan pantat Dinda yang montok itu. “non..diem aja..ntar Pak Jajang bikin enak deh KEHEHEHE !!”. “lari sekarang yuk ah, Rin..”. aku pengen makan di rumah”. “iyaa..”, jawab Dinda sambil tersenyum. Jajang langsung menyambar bibir mungil Dinda. “huf huf, finish juga”. “aaahhhh mmmhhh hhmmhhhh…”, lirih Dinda yang sudah mulai menyerah pada serangan lidah Jajang di bawah sana.




















