Tiba-tiba jret….takk….!!! Bokeb Lantai di bawahnya berlapis tegel kuning dengan kisi-kisi pembuangan air di sudutnya.“Ini tempat nyembelih Non” kata pria itu menerangkan.“Nyembelih?” tanya Jill“Eeemmm…motong maksudnya…” pria itu memperagakan gerakan memotong daging, “daging besar dipotong di sini jadi kecil-kecil, hehe gitu maksudnya!”Jill mengangguk-angguk.“Oh iya, Non Jill mau saya bersihin gak sebelum pergi? Ia bercerita banyak mengenai tempat-tempat yang telah dikunjungi di Indonesia serta kesan-kesannya.Karakter Jill yang supel dan penuh keingintahuan bertemu dengan Pak Fahri yang mampu mengimbangi pembicaraan gadis itu dengan cepat membuat suasana menjadi akrab. terdengar suara daging terpotong dan disusul bunyi logam beradu dengan meja marmer di bawahnya.Mata Jill yang terpejam langsung membelakak, ia tidak sempat menyadari apa yang terjadi karena kepalanya telah terpisah dari tubuhnya. Setelah membuka tutupnya dan memasukkan sedotan, ia menghampiri Jill dan menyodorkan botol tersebut. Terkurung di antara paha mulus itu tentu membuat Pak Fahri bersemangat.




















