Aku terlambat setengah jam. Bokep China Mobil melaju. Wanita muda itu sudah keluar sejak melempar celana pijit. Ia tepat berada di tengah-tengah. Keringatnya meleleh seperti yang kulihat sekarang. Aku berhasil. Keberuntungankah? Bergantian Wien kini telentang.“Pijit saya Mas..!” katanya melenguh.Kujilati payudaranya, ia melenguh. Di mana? Aku harus memulai. Aku menikmati kelincahan lidah wanita setengah baya yang tahu di mana titik-titik yang harus dituju. Nafasnya tercium hidungku. Bau tubuh wanita setengah baya yang yang meleleh oleh keringat. Padahal, wajah wanita setengah baya yang di lehernya ada keringat sudah terbayang. Cukuplah kalau tanganku menyergapnya. Mulutnya persis di depan Junior hanya beberapa jari. Hap. Ia tersenyum. Ia sudah membereskan peralatan pijat. Aku dipermainkan seperti anak bayi.Selesai dipijat ia tidak meninggalkan aku. Dari perut turun ke paha. Mobil bergerak pelan, aku masih melihat ke arahnya, untuk memastikan ke mana arah wanita yang berkeringat di lehernya itu.




















