Kedua tangan Ivone memegang bahuku, dengan lembut kubelai pipi dan rambutnya dan kuciumi bibirnya dengan lembut. Ivone merespon ciumanku.“Kamu puas Sayang..?” tanyanya sambil menatap wajahku.Kupeluk dan kubelai-belai rambut dan tubuhnya sambil mengatur napasku yang tersengal-sengal. Bokep Thailand Ah.. pelan-pelan Diiki.. Kadang turun ke buah dada dan putingnya. kita cuma dua manusia dewasa yang sama-sama mengerti apa itu making love, tapi tetep aja aku pengen kamu juga menikmatinya, dan aku perlakukan seperti seorang wanita,” kataku sedikit ngegombal.Aku tidak memberikan kesempatan untuk Ivone berkata apa-apa lagi. Ivone diam saja tidak bereaksi. aahh.. Makasih, Sayang.. Lho wajarkan..! sh.. dari No HP-nya Ivone.Segera aku menghampiri meja kerjanya dan kulihat dia masih membuka-buka kertas sambil pandangan matanya kemana.“Kenapa..? mmhh.., aku cinta kamu, Voon..” kubisikkan lembut kata-kata cinta gombal di telinganya sementara tanganku meraba-raba putingnya yang mengeras dan mengacung itu dengan lembut dan penuh perasaan tanpa menghentikan gerakan pantatku yang maju-mundur di vaginanya dengan




















